Sabtu, 11 April 2026

After 10 Years (kurleb) Part III: Masa Perkuliahan

Ni hao ma mina-saaann~
Tudey aing baru saja kelar ngerjain 2 kerjaan sekaligus. Sebetulnya lagi ga niat banget buat ngeblog, tapi yaa daripada postingannya ketunda setahun kek yang sebelumnya (#nyengirtanpadosa), akhirnya tulisan ini kuselesaikan secepat kilat 😂

Update:
Boong ges, tulisan di atas sebetulnya sudah dari bulan November lalu aing buat, tapi karena magernya ga ketulungan akhirnya ngaret sampe hari ini. Yang bikin mager? Jelas karena game kerjaan yang seabrek banyaknya sehingga begitu nyampe rumah bawaan aing pengen refreshing aja pokoknya!

Eniwei, langsung aja kita lanjyut ceritanya ya cyiinn~ #jgndigamparplis

*************************************************************************************
Masa perkuliahanku diawali dengan kegiatan ospek pada umumnya. Di tahunku ini, istilah ospek masih digunakan ya ges, beda dengan istilah tahun sekarang yang udah diganti jadi PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (nyontek mbah gugel btw). Btw, yang namanya senioritas saat ospek sudah pasti ada, tapi ga separah di berita-berita. Di kampusku, ospek dilakukan dengan sewajarnya namun tetap dikemas sebagus mungkin agar mahasiswa baru macam kami tetap bisa enjoying the "fun". 

Kegiatan ospek diawali dengan membagi seluruh mahasiswa menjadi per fakultas, lalu kami semua diajak berkeliling kampus sambil berjalan kaki. Berjalan kaki ya cuy, literally JALAN KAKI mengelilingi kampus paling luas se-Asia Tenggara 🫠

Kemudian, setelah diajak tawaf seharian oleh para kating, kami pun dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan asal fakultas lalu digiring menuju tenda yang berada di depan dekanat masing-masing. Jadi ceritanya kami tuh dipaksa disuruh nonton berbagai penampilan mahasiswa senior gitu loh (sebetulnya agak ngantuk sih, tapi apa boleh baut). Ada yang nyanyi, ada yang nari, ada yang baca puisi, dan banyak deh pokoknya. Yaa sejujurnya penampilan mereka biasa-biasa aja sih, tapiiii demi menghargai effort yang sudah dikeluarkan, jadi kupaksakan diriku agar terlihat antusias menonton 😔

Oiya, ada pula peragaan kreasi botol plastik bekas yang menjadi salah tugas prakarya kami yang wajib dibawa saat ospek. Aku masih ingat betul betapa dramanya proses pembuatan prakaryaku saat itu. Waktu itu aku membuatnya bersama bapakku cuman bermodalkan satu botol plastik dan gunting (saking sebegitu ga niatnya buat ngerjain jadi males nyari bahan 🗿). Sesuai dengan persiapannya yang sangat tidak siap, kami berdua benar-benar tidak tahu mesti membuat apa, dan bagaimana cara membuatnya. 

Trus, dramanya di mana? Layaknya kisah para bocah ketika mereka meminta ortunya untuk membantu mengerjakan pr, seperti itulah dramaku guys. Mimpi buruk setiap bocah sekolahan itu terulang kembali padaku. Dari awal aku memberitahu tentang tugas laknat tersebut pada bapakku, mulut beliau tak berhenti mengomel. Aku pegang ini salah, aku pegang itu salah, aku gunting ini ga lurus, aku lepas ini ga benar, semuanya salaaaaaaaaaah!! #jambakrambut #petirnyambar2

Stok botol bekasku hanya ada 4 buah. Di percobaan pertama, 1000 omelan panjang kali lebar telah dilontarkan beliau karena aku asal gunting saja tanpa membuat pola guntingannya dulu. Alhasil, guntinganku jadi mencla mencle ga karuan. Kemudian di percobaan kedua, aku sok ngide ingin membuat pajangan meja berupa bunga tiruan. Alhamdulillah... gagal dengan sempurna. Sudah percobaannya gagal, kena prepetan pula aku karena buang-buang bahan. Naas banget lah ges pokoknya (hiks). Lanjut di percobaan ketiga, gagal lagi dengan mengenaskan. Aku berencana membuat bunga yang lebih sederhana tapi ternyata jenis botol yang kupakai terlalu banyak lekukan sehingga tidak bisa mengguntingnya dengan rapi. Dan di percobaan terakhir, akhirnya bapakku menyuruhku untuk membuat wadah pensil saja. Karena hanya tersisa satu kesempatan saja, aku pun membuatnya dengan lebih bersungguh-sungguh. Kubuat polanya serapi mungkin, dan kugunting botolnya dengan seakurat mungkin. Kala itu, aku yakin aku tidak akan gagal. Barang sesederhana ini... mana mungkin kan ya aku gagal membuatnya, benakku kala itu. 

Tapi ironisnya, usahaku sendiri malah mengkhianati hasil ges. Ekspektasiku dipatahkan oleh kebodohanku sendiri. Botol bekas yang awalnya tampak memesona seketika berubah menjadi hina dina sampai tak jelas bentuknya. Baru kali ini aku melihat barang yang mengalami krisis identitas sampai-sampai aku bingung harus menyebutnya sebagai apa 😭

Singkat cerita, setelah acara di dalam tenda, kami pun dibawa keluar tenda dan dipencar lagi menjadi beberapa kelompok sesuai prodi. Beberapa kakak tingkat dari semester 3 dan 5 yang menjadi panitia ospek mengenalkan diri satu persatu lalu menjelaskan bahwa mereka memiliki program "Kakak-Adik Asuh" di mana setiap 1 kakak tingkat berperan sebagai pembimbing khusus untuk beberapa maba. Jadi mudahnya, kakak asuh ini mengemban tugas mulia sebagai tempat bertanya dan membimbing para adik asuhnya menuju jalan yang benar selama masa orientasi berlangsung. Pada saat itu, aku berharap Mbak Bulan menjadi kakak asuhku, tapi karena dia kuliah di kampus A sedangkan aku di kampus B, jadinya kami tak bisa bersatu.....

Masa orientasi maba berlangsung kurang lebih seminggu. Selepas itu, kegiatan perkuliahan yang sebenarnya pun dimulai. Kelasku berisikan sekitar 30 mahasiswa, dengan mahasiswa perempuan sebanyak 24 orang dan laki-lakinya sebanyak 6 orang. Jumlah mata kuliah yang kutempuh di semester 1 sekitar 10 buah. Yaaa tak ada bedanya dengan masa-masa sekolah dulu. Adapun yang membuatku sedikit tak menyangka adalah satu mata kuliah ternyata berdurasi empat jam dalam satu kali pertemuan/hari. Dalam satu hari ada sekitar 5-6 mata kuliah, alhasil hampir tiap hari aku harus pulang jam empat sore 😩





Segitu dulu guysss.... nantikan kelanjutan ceritanya di masa mendatang yang entah kapan~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar