Sabtu, 31 Agustus 2024

After 10 Years (kurleb): Dilema Milih Jurusan

Selamat pagi, siang, malam, dan kapanpun kamu membaca ini! 😁

Sumpah ngga terasa udah sekitar 10 tahun lamanya sejak postingan terakhirku di tahun 2013 (kayaknya jaman-jaman aku masih SMA dulu, ya? Idk). Tbh, blog ini kubuat murni karena hormon remajaku yang masih gencar-gencarnya mencari jati diri alias ikut-ikutan temen. Jadi, jangan heran kalau membutuhkan waktu 10 tahun lamanya bagiku untuk lanjut ngeblog 😂😂😂

***********************************************************************************

Sejak 10 tahun postingan terakhirku, ada banyak hal yang sudah terjadi dalam hidupku. Karena yaa seperti yang sudah kubilang tadi, tahun 2013 itu jaman aku masih SMA dulu. Sekarang begitu aku merilis tulisanku yang ini, aku sekarang sudah menjalani pekerjaanku yang (alhamdulillah) tetap dan stabil secara penghasilan.

Yes, guys, your former little girl is a career woman now (nda tau bahasa enggres) 💅#gaadaemotcahayajadikurangslay

Sebetulnya banyak yang ingin kusampaikan di sini, namun demi menjaga keamananku di tengah gencarnya fenomena stalking, doxing, en hacking di zaman kecanggihan teknologi ini, jadi ngga bisa kuceritakan dengan detail tentang perjalanan karirku.

Oke, dimulai saat aku berada di penghujung masa SMA-ku, aku inget betul di masa itu aku sangat terombang-ambing oleh pendidikan yang harus kutempuh setelah lulus. Aku belum bisa memantapkan hatiku pada kampus yang tersedia, lebih-lebih yang bisa dijangkau baik secara keuangan orangtuaku maupun secara kemampuan otakku (karena emang pada saat itu aku merasa blo'on banget 😭). Situasiku semakin dibingungkan oleh banyaknya terjangan sekolah tinggi dan kampus yang dipromosikan oleh kakak-kakak perkuliahan (?) yang hampir tiap hari mendatangi kelasku dan menginterupsi pembelajaran hingga menghabiskan waktu kurang lebih sampai 2 jam lamanya (ini bukan keluhan wkwk).

Lalu setelah lamanya mengolahragakan otakku alis mikir keras, aku pun mendapatkan jawabannya: NANYA

Jelas, sebagai seseorang yang tak pernah mandiri dalam mengambil keputusan, akhirnya aku memilih untuk merepotkan orang-orang sekitarku 😂

Teman-temanku mendorongku untuk memilih jurusan Teknik Arsitektur karena kemampuan menggambarku yang di atas rata-rata orang biasa, sedangkan ayahku (yang kerap menjampiku untuk menjadi seorang perawat) mendorongku untuk mendaftar tes di Poltekkes yang berujung salah pilih prodi 😂 (ibuku ngga masuk itungan karena beliau pasrah aja sama apapun pilihanku), dan terakhir bisikan-bisikan ngawur (yang entah kenapa bisa kudengar dalam benakku) yang menginginkanku untuk memilih jurusan kedokteran agar bisa menjadi dokter forensik karena terpengaruh detektif conan #ngibul

Setelah melewati proses panjang tersebut, kuputuskan untuk memilih ketiga jurusan ini sesuai tingkat kesulitannya:
1. S1 Sastra Rusia UI
2. S1 Sastra Inggris UI
3. S1 FK Unsri

Ini apa artinya teman-teman...?

Iyak, betul!!

NGAWUR!! HAHAHAHAHAHA

Tapi ya mau gimana lagi, namanya juga hasil pemikiran bocah labil 😂

Dan bisa kalian tebak, hasil pengumuman membanting ekspektasiku yang ketinggian wkwk.

Alhamdulillah karena sudah tertampar realita, otakku yang kemarin sempat konslet akhirnya bisa berfungsi normal dengan memilih jurusan dan kampus yang masih bisa kujangkau untuk SBMPTN. Saat menetapkan urutan pilihan prodi dan kampus, aku maupun teman-temanku yang tidak lulus SNMPTN mengikuti saran dari guru les kami yang mengatakan bahwa agar kesempatan lulus lebih besar kami harus meletakkan prodi dan kampus yang paling susah dan paling banyak peminatnya di urutan pertama, dan meletakkan prodi dan kampus yang kami inginkan di urutan kedua (untuk urutan ketiga bebas mau pilih apa aja).

Berkat arahan dari guru les kami, hasil pengumuman menyatakan bahwa kami semua lulus sesuai pilihan yang kami buat!

Iya, lulus. Tapi di pilihan ketiga 🥲




Cerita tentang perkuliahanku akan dilanjutkan di part kedua~ 😚

Tidak ada komentar:

Posting Komentar